Jhony Sentosa

14 Flips | 2 Magazines | 2 Following | @jhonysentosa | Keep up with Jhony Sentosa on Flipboard, a place to see the stories, photos, and updates that matter to you. Flipboard creates a personalized magazine full of everything, from world news to life’s great moments. Download Flipboard for free and search for “Jhony Sentosa”

Kalau kita tidak memiliki kebijaksanaan, segala di sekeliling kita dapat menjadi sumber penderitaan, sebaliknya jika kita bijaksana, hal-hal semacam ini akan dapat membantu kita terbebas dari penderitaan. Mata, telinga, hidung, tubuh, dan pikiran... mata, sebenarnya tidak selalu merupakan sesuatu yang baik, bukan? Misalnya jika kamu sedang dalam suasana hati yang tidak baik, maka ketika melihat seseorang dapat membuatmu menjadi marah dan tidak dapat tidur atau juga dapat membuatmu jatuh cinta. Cinta juga merupakan penderitaan, kalau kamu tidak dapat memperoleh yang kamu inginkan, baik cinta maupun benci, keduanya adalah penderitaan, karena ini merupakan napsu keinginan. Keinginan untuk mendapatkan sesuatu... Bahkan jika kamu mendapatkannya pun kamu tetap akan menderita karena rasa takut kehilangan. Jadi bagaimana kamu bisa hidup bila demikian? Karena itu kamu harus melihat dirimu sendiri, Mengapa kita dilahirkan? Apakah kita benar-benar telah mencapai sesuatu di dalam kehidupan kita ?

Kehidupan Si Kaya dan Si Miskin (Life of poor and rich people)

Wing Cheung Wong

Hello Happiness by Ajahn Brahm 2013

Seperti kehidupan hewan yang dapat dikategorikan menjadi dua, hewan-hewan yang hidup di darat dan yang hidup di air.Meditasi dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Meditasi Ketenangan dan Meditasi Pandangan Terang. Meditasi Ketenangan adalah meditasi yang digunakan untuk membuat batin menjadi tenang dan terpusat. Pandangan Terang, pada satu sisi, adalah tumbuhnya persepsi tentang ketidakkekalan, penderitaan, dan kekosongan dari diri, dan pada sisi lain adalah jembatan kita untuk melewati semua hal tersebut. Bagaimanapun perasaan kita tentang keberadaan kita, bukanlah urusan kita untuk mencoba mengubahnya dengan cara apapun. Sebaliknya, kita harus melihat dan membiarkannya. Dimana ada penderitaan, di situ juga ada jalan keluar dari penderitaan. Melihat yang lahir pasti mati dan menderita, Sang Buddha mengetahui bahwa pasti ada yang melebihi kelahiran dan kematian, yang bebas dari penderitaan. Metode-metode meditasi semuanya mempunyai andil untuk membantu mengembangkan perhatian murni (sati). Tujuannya adalah menggunakan perhatian murni untuk melihat kesunyataan yang ada. Dengan perhatian murni ini, kita mengamati semua keinginan, kesukaan dan ketidaksukaan, kesenangan dan penderitaan yang timbul di dalam batin. Menyadari bahwa mereka tidak kekal, tidak memuaskan, kosong dari inti/ diri, kita melepaskan mereka. Dengan cara begini, kebijaksanaan menggantikan kebodohan, pengetahuan menggantikan keragu-raguan. Sedangkan dengan memilih obyek meditasi, anda harus mengetahui sendiri mana yang sesuai dengan karakter anda. Dimanapun anda memilih untuk menjadi sadar, itu akan memberikan kebijaksanaan pada batin. Perhatian murni adalah mengetahui apa yang ada disini, mengenali, menjadi sadar. Pemahaman yang jelas (sampajanna) mengetahui keadaan yang sedang terjadi. Ketika Perhatian Murni dan Pemahaman Jelas ini bekerja bersamaan, teman mereka, kebijaksanaan, selalu muncul untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Perhatikanlah batin, perhatikanlah proses dari pengalaman timbul dan tenggelam. Pada awalnya, pergerakan itu konstan, segera setelah sesuatu lenyap/ tenggelam, yang lain timbul, dan kelihatannya kita lebih sering melihat yang timbul daripada yang lenyap. Sejalan dengan berlalunya waktu, kita akan melihat dengan lebih jelas, mengerti bagaimana sesuatu itu timbul dengan cepat, sampai kita mencapai suatu titik, dimana mereka timbul, hilang dan tidak timbul lagi. Dengan perhatian murni anda dapat melihat pemilik yang sebenarnya dari segala sesuatu. Apakah anda berpikir bahwa ini adalah dunia anda, tubuh anda? Ini adalah dunianya dunia, tubuhnya tubuh. Jika anda menyuruhnya jangan tua, apakah tubuh anda menurut? Apakah perut anda minta izin dulu untuk sakit? Kita hanya menyewa rumah ini, mengapa tidak mencari pemilik yang sesungguhnya?

Apakah bunga ini indah? Apakah anda dapat melihat keburukan bunga ini?... Berapa lama mereka akan tetap indah?... Akan jadi seperti apakah nantinya?... Mengapa bunga itu berubah?... Dalam waktu tiga atau empat hari anda harus membuang bunga itu bukan? Ia kehilangan keindahannya. Orang melekat pada keindahan dan kebaikan. Jika sesuatu tampak baik mereka langsung saja melekat. Sang Buddha mengajar kita untuk melihat sesuatu yang indah sebagai sesuatu yang indah tanpa terikat padanya. Jika ada perasaan menyenangkan jangan terpedaya. Kebaikan (goodness), keindahan bukanlah sesuatu yang pasti, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang pasti, inilah kesunyataan. Jika kita percaya bahwa sesuatu itu benar-benar indah, maka saat keindahannya hilang, pikiran kita ikut kehilangan keindahannya. Ketika sesuatu tidak lagi baik, pikiran kita ikut kehilangan kebaikannya. Kita "menginvestasikan" pikiran kita ke dalam hal-hal materi seperti ini. Ketika mereka rusak atau hancur kita menderita karena kita merasa memiliki.

Kebanyakan orang masih saja tidak mengetahui inti dari latihan meditasi. Mereka mengira meditasi berjalan, meditasi duduk dan mendengarkan khotbah Dhamma itulah yang disebut berlatih. Itu ada benarnya juga, tetapi hal-hal ini hanyalah penampilan luar saja dari latihan. Latihan yang sebenarnya akan terjadi pada saat pikiran bertemu dengan objek-objek indera. Itulah tempat untuk berlatih, di mana kontak dengan indera terjadi. Bila orang-orang mengatakan hal-hal yang tidak kita sukai, maka akan ada kebencian, jika mereka mengucapkan kata-kata yang kita sukai, maka kita pun senang. Sekarang, di sinilah tempat untuk berlatih. Bagaimana kita akan berlatih dengan hal-hal semacam ini? Ini adalah titik yang sangat penting. Jika kita hanya berlari ke sana ke mari sambil mengejar kebahagiaan dan menghindar dari penderitaan di setiap saat, kita bisa saja berlatih hingga hari kematian kita, namun kita takkan pernah melihat Dhamma. Tidak ada gunanya. Ketika kesenangan dan kesengsaraan muncul, bagaimana kita akan menggunakan Dhamma untuk membebaskan diri dari mereka? Inilah tujuan dari latihan.

妈妈颂 [A Touching Song for All Mama]

Song: Boundles Love (Very nice)

Wesak Day Song - by Bro. Leonard Tan

Pernahkah anda marah? Ketika anda marah, bagaimana rasanya: nyaman atau tidak? Jika terasa tidak enak mengapa tidak dibuang saja perasaan itu, mengapa repot-repot disimpan? Bagaimana Anda dapat menyebut diri pandai dan bijaksana jika anda melekati hal-hal semacam itu?