Etty Nurfikayanti

14 Flips | 1 Magazine | 2 Followers | @EttyNurfika3mvv | Keep up with Etty Nurfikayanti on Flipboard, a place to see the stories, photos, and updates that matter to you. Flipboard creates a personalized magazine full of everything, from world news to life’s great moments. Download Flipboard for free and search for “Etty Nurfikayanti”

Rumaysho.Com

Ini rahasianya, walau kita sakit tetap dapat pahala seperti beramal ketika sehat. Bagaimana bisa?<p>Bagaimana memahami ayat tayamum? Kali ini kita kaji …

Mataku Tidak Bisa Terpejam Sebelum Engkau Ridha

Diriwayatkan dari Anas bin Malik <i>radhiyallaahu ‘anhu</i> dari Nabi <i>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</i> beliau bersabda:<p>أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي …

6 Syarat Bolehnya Nazhor http://muslimah.or.id/fikih/6-syarat-bolehnya-nazhor.html Islam mensyariatkan nazhor, yaitu lelaki yang ingin menikahi seorang wanita dipersilahkan melihat dari wanita tersebut hal-hal yang bisa membuatnya bersemangat untuk menikahinya. Namun perlu diketahui bahwa Islam juga mensyariatkan menundukkan pandangan antara lelaki Muslim dan wanita Muslimah. Oleh karena itu perlu diketahui apa saja syarat-syarat dibolehkannya nazhor kepada wanita, agar seorang lelaki Muslim tidak sembarang memandang-mandang kecantikan wanita dengan alasan nazhor. Simak fatwa Syaikh Kholid Al Musyaiqih berikut ini: Soal: Mengenai disyariatkannya seorang lelaki melihat wanita yang ingin dinikahi, apa saja yang mesti dilihat? Jawab: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد Seorang lelaki yang ingin melamar seorang wanita jika ia ingin melihat si wanita tersebut, dibolehkan melihat 5 hal: 1. wajah 2. leher 3. kepala 4. al qadam (kaki dari mulai mata kaki hingga ke bawah, pent.) 5. al yadd (tangan dari pergelangan tangan hingga jari, pent.) inilah hal-hal yang bisa membuat lelaki tersebut bersemangat menikahinya, boleh dilihat hal-hal tersebut. Namun bolehnya nazhor ini ada syarat-syaratnya: 1. Lelaki tersebut memiliki sangkaan kuat bahwa lamarannya akan diterima. Jika lelaki tersebut sudah tahu bahwa kalau ia melamar wanita-wanita yang ingin dia nikahi itu pasti lamarannya ditolak, maka tidak boleh nazhor. Dan kalau begitu apa faidahnya nazhor dalam hal ini? 2. Tidak boleh dilakukan dengan berdua-duaan (khulwah). Kalau dalam nazhor ini dilakukan dengan khulwah maka tidak diperbolehkan 3. Aman dari letupan syahwat. Jika dengan nazhor itu timbul gejolak syahwat, maka wajib untuk segera menjauh dan tidak melanjutnya nazhor 4. Dilakukan sekadar kebutuhan saja. Maksudnya jika sudah melihat si wanita lalu timbul perasaan dalam hatinya (sudah merasa senang, pent.), maka tidak perlu dilanjutkan lagi nazhor-nya 5. Hanya melihat 5 hal yang sudah kami sebutkan tadi, tidak boleh lebih dari itu 6. Hendaknya si wanita tampil seperti biasanya, karena ia adalah ajnabiyah (bukan mahram). Tidak boleh ia memakai perhiasan dan hal-hal yang diharamkan, karena bagi si lelaki tadi ia adalah ajnabiyah (bukan mahram). Namun bukan berarti si wanita tampil kusut berantakan. Wallahu a’lam. Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/35987 *** Penerjemah: Yulian Purnama Artikel Muslimah.Or.Id

Anak Tidak Percaya Diri Banyak diantara anak-anak kita atau bahkan diri kita sendiri tertimpa rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri yang berlebihan dapat menghambat perkembangan seseorang. Jadi perasaan ini harus kita antisipasi sedini mungkin pada diri anak kita agar mereka bisa berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Rasa tidak percaya diri pada anak biasa ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut : 1. Susah berbicara, gagap, dan gagu. 2. Menutup diri, adanya rasa malu, dan tidak berani. 3. Ketidakmampuan berfikir secara mandiri. 4. Merasakan ada kejahatan dan bahaya serta bertambahnya rasa ketakutan dan kekhawatiran. Adapun yang menjadi sebab tidak percaya diri pada anak biasanya adalah sebagai berikut : 1. Cara mendidik yang salah dan berdasar pada ancaman, kekerasan, dan pemukulan setiap kali anak berbuat kesalahan atau main-main sesuatu. 2. Sering disalahkan, dipukul, diancam, dicela, dan direndahkan. 3. Orang tua terlalu membatasi setiap perilaku anak dan cara berfikirnya. 4. Selalu dibandingkan dengan anak yang lain untuk memberinya motivasi, terkadang justru memberikan pengaruh yang sebaliknya. 5. Meremehkan kemampuan dan harga dirinya serta melemahkan minatnya. 6. Bentuk badan yang kecil, tubuhnya yang cacat, seperti pincang, buntung, dan sebagainya. 7. Rendah IQ dan keterlambatan dalam belajar. 8. Selalu mencelanya ketika ia mengalami kegagalan. 9. Banyaknya pertengkaran antara kedua orangtuanya. 10.Dibebani pekerjaan yang diluar kemampuannya. Dan bakatnya sehingga ia tidak mampu dan gagal. Sedangkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan atau mengurangi rasa tidak percaya diri adalah sebagai berikut : 1. Menunjukkan rasa kasih sayang, khususnya dari kedua orang tua. 2. Membiarkan anak memilih sendiri makannya, minumnya, dan permainannya. Sebaiknya orang tua tidak terlalu mengatur dalam hal-hal yang memang terdapat kelapangan dalam syari’at. Adapun dalam hal yang disyari’atkan (misal: makan dengan tangan kanan) maka sebaiknya orang tua mengarahkan sejak dini. 3. Memotivasi anak dan meningkatkan kemampuannya serta memujinya dengan kebaikannya. 4. Ketika dibandingkan dengan anak lain, hendaknya disebutkan pula kebaikannya disamping anak yang dibandingkan dengannya serta menyebutkan kemampuan keduanya, kemudian menyuruh untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan yang lain agar menjadi lebih baik darinya. 5. Orang tua hendaknya tidak saling mengoreksi di hadapan anak-anak, tidak saling mencela, atau berselisih di hadapan mereka. 6. Menyebutkan namanya pada pertemuan-pertemuan, memujinya secara proporsional didepan orang-orang dewasa dan tidak menyebutkan kekurangannya di hadapan mereka maupun anak-anak kecil. 7. Menggunakan kisah/cerita dan permainan untuk menyembuhkan penyakit tidak percaya dirinya. 8. Teladan dari kedua orang tua dalam hal percaya diri dan tidak bimbang. 9. Membawanya dalam kumpulan orang-orang dewasa, dan membuatnya mau berbicara tentang kemampuannya dalam membaca al-Qur’an, hadits, cerita-cerita, dan lain-lain. Jangan lupa untuk mengingatkan bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah semata. 10.Menyuruhnya membeli beberapa keperluan dari toko dan memberinya tanggung jawab yang ringan sesuai kemampuannya. 11. Mendengarkan dengan baik ketika anak berbicara dan tidak meremehkannya. 12. Menemaninya dalam menyelesaikan permasalahannya yang kecil dan dalam memilih kebutuhan pribadinya, seperti memilih mainan, pakaian, dan lain sebagainya. 13. Membiasakannya berpuasa meski hanya beberapa jam saja, dan memujinya apabila ia melakukannya. 14. Mencontoh masa kecil Rasulullah shalallahu’alaihi wasslam dan mengajarkannya tentang masa kecil Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. 15. Memperdalam kepercayaan tentang takdir dalam hatinya dan menghubungkan segala sesuatu dengan Allah ‘azza wa jalla. *** Diambil dari: Metode Pendidikan Anak Muslim Usia Prasekolah, Abu Amr Ahmad Sulaiman, Darul Haq dengan sedikit perubahan dari muslimah.or.id Sumber: http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/anak-tidak-percaya-diri.html